Pendidikan

Teknologi pendidikan perlu terus menerus dikembangkan untuk menjawab persoalan persoalan pendidikan. pendekatan pembelajaran yang sebelumnya tidak mungkin dilakukan secara konservatif maka dengan teknologi pendididkan akan menjadi mungkin, diharapkan teknologi pendidikan dapat meningkatkan efisien dan efektivitas. Pemerintah melalui departemen pendidikan nasional melakukan terobosan dengan membuat progaram Buku Sekolah Elektronik

hal ini di harapkan pelajaran lebih mudah diakses sehingga peserta didik dan pendidik di seluruh Indonesia maupun sekolah di luar negeri dapat memanfaatkannya sebagai sumber belajar yang bermutu dan terjangkau. Salah satu metode yang belum begitu digunakan untuk meningkatkan kreatifitasan siswa yaitu metode debat. Metode debat merupakan salah satu metode pembelajaran yang sangat penting untuk meningkatkan kemampuan akademik siswa. Materi ajar dipilih dan disusun menjadi paket pro dan kontra. Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok dan setiap kelompok terdiri dari empat orang. Di dalam kelompoknya, siswa (dua orang mengambil posisi pro dan dua orang lainnya dalam posisi kontra) melakukan perdebatan tentang topik yang ditugaskan. Laporan masing-masing kelompok yang menyangkut kedua posisi pro dan kontra diberikan kepada guru.
Selanjutnya guru dapat mengevaluasi setiap siswa tentang penguasaan materi yang meliputi kedua posisi tersebut dan mengevaluasi seberapa efektif siswa terlibat dalam prosedur debat.
Pada dasarnya, agar semua model berhasil seperti yang diharapkan pembelajaran kooperatif, setiap model harus melibatkan materi ajar yang memungkinkan siswa saling membantu dan mendukung ketika mereka belajar materi dan bekerja saling tergantung (interdependen) untuk menyelesaikan tugas. Ketrampilan sosial yang dibutuhkan dalam usaha berkolaborasi harus dipandang penting dalam keberhasilan menyelesaikan tugas kelompok. Ketrampilan ini dapat diajarkan kepada siswa dan peran siswa dapat ditentukan untuk memfasilitasi proses kelompok. Peran tersebut mungkin bermacam-macam menurut tugas, misalnya, peran pencatat, pembuat kesimpulan, pengatur materi , atau fasilitator dan peran guru bisa sebagai pemonitor proses belajar. Untuk itu marilah kita sebagai warga negara yang baik ikut berperan aktif dalam perkembangan pendidikan di negara yang kita cintai baik itu formal maupun non formal sehinga generasi penerus kita dapat membangun negara ini menjadi lebih baik

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: