Arsip

Archive for the ‘ilmu pengetahuan’ Category

PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM

Februari 15, 2010 Tinggalkan komentar


Ekonomi Islam baik di Dunia maupun di Indonesia yang merupakan negara berpenduduk muslim terbanyak di Dunia mempunyai prospek perkembangan yang pesat mengingat Indonesia merupakan negara yang bermasyarakatreligius/agamis dan ber-pancasila.

Selama ini dalam masyarakat yang religious telah diterapkan sisitim ekonomi campuran yang didominasi oleh sistim Kapitalisme-materialistis yang sekuler sehingga sering timbul gejolak baik di bidang sosial-politik dalam menegakkan negara kesatu Republik Indonesia hingga sekarang. Hal ini diakibatkan karena teklah terjadi brain washing/pecucian otak mulai dari anak-anak sampai dewasa tanpa memandan warna kulit, jenis suku, agam serta tingkat pendidikanya

Hal ini dapat dilihat dalam berbagai hal yang mendasar sebagai berikut :

  1. Paradigma dasar dalam ekonomi yang kita ikuti selama ini adalah : sekuler, bebas nlai, materialistis, Sosial-Darwinis. Sedangkan paradigma dasar dalam ekonomi islam lebih memberikan tekanan pada nilai moral, kebersamaan dalam berperikemanusiaan serta keadilan dalam kesejahteraan sosial dan ekonomi.
  2. Dalam hal alokasi sumber daya alam untuk memenuhi kebutuhan manusia telah terbentuk stigma pemikiran bahwa kebutuhan manusia serba tidak terbatas disatu puhak sedangkan dilain pihak trdaptnya keterbatasan sumber daya alam ataupun alat pemenuhan kebutuhan mausia sehingga menimbulkan persaingan yang saling mematikan antar pelaku ekonomi.

Islam menajarkan bahwa sebenarnya kebutuhan manusia secara rill baik untuk kebutuhan hidup primer, sekunder maupun tersier adalah terbatas.sedangkan lat pemenuhan kebutuhan ,manusi dengan memanfaatkan ilmu pengetahaun dan tekhnologi menjadi tidak terbatas sehingga akan menimbulkan kemitraan diantara para pelaku ekonomi.

Yang serba tidak terbatas pada diri manusia adalah keinginan nafsunya namun kemampuan daya beli riilnya tetpa terbatas. Dalam sistim ekonomi islam yang holistik maka tugas/fungsi sistim ekonomi Islam adalah untuk memerangi : Kebodohan, kemiskinan, kesakitan dan kebhatilan.

  1. a. Memerangi kebodohan

Pengertian bodoh selama ini telah disamakan dengan seseorang yang tidak pandai baca, tulis serta berhitung, Islam mengajarkan bahwa orang yang bodoh yaitu orang yang tidak berakal. Orang yang tidak berakal adalah orang yang tidak memfunsikan akalnya secara baik, yaitu orang-orang yang menyembah berbakti, takut, bekerja serta beribadah selain kepada Allah.

Dengan demikian seseorang yang telah memperoleh gelar Profesor, Doktor diberbagai keilmuan namun jika dia menyembah dan takut pada berhala yang dibuat oleh manusia sendiri ataupun memuja kayu , batu, atupun hewan lain derajatnya lebih rendah dari manusia itulah sebodoh-bodohnya insan baik di dunia maupun diakhirat nanti.

Jadi seseorang yag tiodak bisa baca tulis dan berhitung damun insan tersebut beribadah dan beramal mengikuti sunatullah insan ini dapat dikategorikan orang yang pandai dunia dan akhiratnya, terlebih-lebih kalau insan tersebut pandai baca tulis dan berhitung.

  1. b. Memerangi Kemiskinan

Selamaini pengertian orang kaya adalah orang yang banyak mempuyai harta benda berupa uang, kendaraan, tanah, saham dan lain sebagainya. Sedangkan sebaliknya jika kita tidak mempunyai berbagai hal tersebut dikategorikan sebagai orang miskin.

Islam mengajarkan orang kaya yang sebenarnya adalah bila sebagian rizqi yang diperolehnyas dan sekaligus merupakan titipan allah tersebut telah diberiakan pasda 8 (delapan) asnab yang memerlukan yaitu :fakir, miskin, orang kehabisan bekaldi perjalanan, orang terlilit hutang, mualaf, budak/hamba sahya, Fisabilillah dan amil zakat bila memerlukan

  1. c. Memerangi Kesakitan

Banyak orang sakit yang dirawat dirumah sakit maupun dirumah dimana pada dasarnya Allah menurunkan peyakit dan Allah pula yang menyediakan obatnya, tinggal manusia sendiri daptkah berikhtiar untuk sembuh bagi dirinya sendir maupun keluarganya yang sakit. Namun orang sebenar-benarny sakit dan sulit mengobatinya adala orang-orang yang telah tertutup/terkunci mata, telinga, hati dan kalbunya seperti yang tersurat dalam surat Al-Baqarah ayat 7

  1. d. Memerangi Kebathilan

Islam telah menunuukanjalan yang lurus dan benar namun manusia banyak yang terperangkap dalam hal kebathilan guna memenuhi kebutuhan kesehariannya karena teh teracuni pola hidup sukulerisme yang sangat mendambakan tuntunan nafsu dengan memiliki harta benda sebanyak mungkin ataupun untuk mencari kedudukan setinggi mungkin dengan menghalalkan segala cara.

Hal ini harus di jauhi oleh semua manusia termasuk insan akademis pad umumnya serta para peserta kuliah gabungan khusunya. Dalam hali ini manusia harus pandai-pandai mengelola otak/fikiran dan akhirnya otak manusi tersebut harus dapat mengelola nafsu sebgai yang teklah digariskan oleh kalbu/hati manusia itu sendiri.

Dalam meaksanakan tugas kita sebgai manusia perlu kesabaran dan ketawakalan karena hidup ini pada dasarnya adalah hanya sekedar mampir mium di dunia yang penuh dengan ujian dan cobaan dari Allah dan jika kita dapat melaluinya dengan ikhlas Insya Allah kita akan selamat didunia dan diAkhirat nanti.

Muhammad Ali Alkhuli dalam “the light of Islam” mengemukakan :

Islam is comprehansive religion in the sense that it deals with a the major aspect of human life : mind, body, soul, economy, familly, politic, ethics, penal law, worship, inheritanc, food, drink, marriade, divorce and all the other major aspect of human life. The reason behind the coprehensive veness of islam ia that since Islam is the last religion it must solve the main problems of man. If man is lefth withoth Allah guidance, the result is chaos ; man do not agree on what is good and what is bad : what is good in a country may be but in another how can the world be brought in so unity or sekurity if people do not agree to the right and the wrong ? this is why Islam is made to be coperehensive. The comperehensiveness of Islam aims at helping man solve his own problems. It also aims at unifying the ethical values of human in all place. It laso aims at unifying all people and all races trough unifying their ethical frame of reference.

However, it is important to add that not all the acts performed by some muslims are islamic, because its a fact that muslim very in the degree of abiding by Islam. In other word not all that muslims do can be related to islam.

Dengan demikian Islam merupakan suatu agama yang lengkap/ komplit yang berhubungan dan menjelaskan tentang berbagai aspek pook kehidupan yang meliputi masalah : ekonomi, politik, hukum, keluarga, tubuh, akal/fikiran, kalbu, makanan, minuman, kawin, cerai, filsafat. Sejarah contoh-contoh kehidupan masa lalu da yang akan datang, yang akan sangat berguna bagi tuntunan umat mausia di bumi ini untuk mencapai kedamaian dan keselamatan yang sejati. Islam merupakan agama penutup yang telah disempurnakan oleh Allah.

Islam dapat memberi petunjuk untuk mencari jalan keluar dari semua permasalahan. Kalau seseorang telah meninggalkan petunjuk allah hasilnya adalah kekacauan. Manusia menjadi tidak dapt membedakan hal yang buruk dan yang baik, yag salah dan yang benar.tanpa tuntunan Allah maka sesuatu yang baik dan benar menurut seseorang belum tentu hal tersebut sama persepsinya bagi orang lain. Sesuatu yang baik dan benar untuk suatu negara dinalai jelek dan salah oleh negara lain bila hal ini terjadi maka kekacauan dan peperanganlah yang akan timbul . dewasa ini telah terjadi peperangan baik dieropa timur maupun timur tengah karena hal tersebut.

Sebaliknya bila manusia sebagai individu, keluarga, kelompok masyarakat ataupun bangsa. Makin dekat dengan ajaran agama (islam) maka akan sedikitlah permasalahan ataupun benncana yang akan dihadapi, sebab bila manusia mendekat sedepa dengan Allah, maka Allah akan mendekat sehasta pada manusia. Jika manusia mendekat sehasta kepada Allah, maka Allah akan merapat dan memeluk manusia itu. Bila manusia dapat berhasil merapat dan memeluk Allah ibaratnya, maka Allah akan masuk ke nadi, otak, hatu ataupun kalbu manusia itu. Alangkah hebatnya ajaran islam itu.

Allah berfirman

“Dan carilah pada apa yang dianugrahkan Allah kepadamu berupa kebahagiaan negeri akhirat, tetapi janganlah kamu melupakan kebahagiaanmu dari kenikmatan duniawai, dan berbuatlah baiklah kepada orang lain sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan dimuka bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan”.

Dan Rosulullah bersabda :

“Berusahalah untuk urusan duniawimu seolah-olah kamu akan hidup selama-lamanya, dan berusahalah untuk urusan akhiratmu seolah-olah kamu akan mati esok pagi” (hadist).

Dari firman Allah dan sabda Rosul tersebut diatas maka cita-cita umat manusia, khususnya bagi umat Muhammad yang hadir pada wisuda ini secara keseluruhan hendaknya jangan terbatas pada untuk meraih kebahagiaan di Dunia saja, tetapi juga hendaknya untuk meraih kebahagiaan di akhirat.

Dapatkah cita-cita yang saudara angan-angankan di benak saudara tersebut bila dunia Telah tercapai nanti, untuk mengantisifikasi/ meraih sekaligus cita-cita kebahagiaan di Akhirat nanti ? Wallohualam. Untuk itu para hadirin sekalian marilah kita sama-sama kembali ke agama Islam yang mengarah ke segala keseimbangan dan menuju ke kehidupan yang kekal dan abadi setelah melewati kehidupan yang singkat di alam Dunia yang fana ini.

Selanjutnya Muhammad Ali Alkhuli mengatakan :

“If we examine all the orders and laws of Islam we find that every single law or order aims at and ends with the happiness of  the individual. This applies to Islamic regulation with regard to worship, economics, penal laws, and all life expects “.

  • Bila seseorang percaya pada Allah, kepercayaan tersebut secara psikologis akan melahirkan suatu perasaan keamanan yang cukup kuat bagi orang yang besangkutan. Orang tersebut akan lebih percaya diri dan mempunyai kewibawaan yang hebat pada saat-saat kritis serta tidak mudah putus asa maupun frustasi, karena orang yang demikian ini selalu percaya bahwa Allah akan selalu disampingnya untuk selalu menjaga dan menolonngnya.
  • Seseorang yang percaya kepada Allah, secara etik akan lebih bertanggung jawab diamana saja dia berada dan dalam waktu kapan saja, karena seseorang tersebut merasa selalu diawasi langsung tingkah lakunya oleh Sang Pencipta/Al-Khaliq.
  • Percaya terhadap hari kehidupan setelah mati (hari akhir), akan membuat sesorangmuslim tidak sombong, takabur, rakus/tamak waktu masih hidup di dunia.
  • Seseorang muslim yang percaya adanya hari pembalasan/pengadilan di akhirat nanti, manusia akan selalu berusaha beribadah, beramal dan bertaqwa untuk memperoleh ridho Allah SWT. orang tersebut akan selalu instropeksi pada diri sendiri, agar nantinya dapat memproleh karcis ke surga yang penuh dengan bidadari-bidadari serta penuh dengan segala kebahagiaan yang kekal dan abadi.
  • Seorang muslim yang mengerjakan sholat limawaktu tiap hari dan ditambah sholat sunnah akan lebih memper erat hubungan antara manusia tersebut dengan Allah. Sebaliknya jika makin kurang dikerjakan Sholat tersebut, berarti akan absent/renggang pula hubungan langsung antara manusia dengan Khaliqnya tersebut.
  • Manusia muslim yang mengerjakan puasa sebulan tiap tahun akan melatih manusia tersebut menjadi manusia yang dapat mengendalikan diri sendiri dari segala nafsu sehari-harinya. Lagi pula manusia tersebut akan dapat merasakan bagaimana saudaranya yang miskin kelaparan tiap hari, sehingga akan membentuk pribadi yang lebih sabar dan dermawan.
  • Islam mengajarkan zakat, infaq dan sodaqoh untuk pemerataan distribusi pendapatan sehingga tidak akan terdapat lagi jurang pemisah yang dalam lagi antara si kaya dan si miskin

Al-Hajiyat harus bersifat Raf’ul masyaqqah ataupun Adamul haraj deregulasi terhadap peraturan yangmerugikan.

7. Nilai-nilai bebas memilih dari masyarakat terhadap alternatif yang paling menguntungkan dan santun, beradab serta bermoral tinggi (Al-Taksiniyyat).

Oleh : Prof. Dr. H. Suroso Imam Zadjuli, SE

Iklan
Kategori:ilmu pengetahuan

Cintailah Ilmu Pengetahuan 1

Februari 15, 2010 Tinggalkan komentar

Pendidikan, bahasan yang sangat klompleks apalagi kalau kita bicara pada tingkat SMP dan SMA, ada banyak aspek yang mempengaruhinya, karena disana merupakan masa-masa penuh perubahan,pencarian jati diri, banyak masalah dan sebagainya. Menurut Hurlock, 1993,h.204-206, remaja adalah masa dimana individu menjadi matang secara seksual sampai usia kematangan resmi, yaitu usia 12 sampai 21.

Pada masa perkembangan ini, individu mengalami perubahan dan perkembangan yang sangat cepat baik dalam segi fisik, psikis dan sosial. Oleh sebab itu pendidikan sangat diperlukan apalagi pada usia remaja, sehingga diharapkan para remaja dapat berkembang dengan baik. Pendidikan dibagi menjadi dua yaitu pendidikan formal dan non formal. Disini saya mau sedikit membahas tentang pendidikan formal yang sering menjadi momok oleh para pelajar. Sering kita ketahui banyak para pelajar yang mengeluhkan tentang sulitnya menerima pelajaran khususnya pelajaran sains, maka munculah suatu pernyataan mengapa hal tersebut dapat terjadi, apakah karena para pelajar kurang menyenangi pelajaran tersebut atau apakah pengajar dibidang tersebut kurang bisa memahamkan kepada para pelajar.

Saya teringat saat saya masih kuliah (tehnik elektro),dulu saya sering mendapat keluhan dari temen-temen saya tentang sulitnya memahami pelajaran persamaan deferansial. Mereka sering ketempat saya untuk belajar bersama kata mereka kalau diajar dosen tidak pernah paham lebih enak belajar disini “gampang nyantole” ( mudah paham) kata mereka. Suatu saat saya pernah bertanya pada mereka saat mereka belajar bersama di kost saya, “kenapa kita perlu belajar persamaan deferansial, berguna untuk apa hal itu apakah dengan bisa menguasai itu kita dapat menghasilkan uang dengannya.?” kebanyakan dari mereka mengatakan hal yang sama,” ya tidak tau toh kalau kita lulus tidak bisa kita gunakan untuk cari uang,?” nah disini saya menangkap suatu yang membuat mereka kesulitan untuk memahami pelajaran tersebut, Yaitu kurang pahamnya filosofi mengapa kita harus mempelajari hal tersebut ,kalau kita telaah lebih lanjut bahwa persamaan deferansial dapat kita aplikasikan pada kehidupan misalanya kalau kita bekerja di perusahaan pembuat bola lampu, nah disitulah persamaan itu bisa digunakan untuk melihat efektif atau tidaknya bola lampu tersebut, sekarang apakah belajar pesamaan deferansial bisa menghasilkan uang?…….

Penulis :
Adi P
( Manajer Teknik Sukun Grup )