Beranda > ilmu pengetahuan, Remaja > Cintailah Ilmu Pengetahuan 1

Cintailah Ilmu Pengetahuan 1

Pendidikan, bahasan yang sangat klompleks apalagi kalau kita bicara pada tingkat SMP dan SMA, ada banyak aspek yang mempengaruhinya, karena disana merupakan masa-masa penuh perubahan,pencarian jati diri, banyak masalah dan sebagainya. Menurut Hurlock, 1993,h.204-206, remaja adalah masa dimana individu menjadi matang secara seksual sampai usia kematangan resmi, yaitu usia 12 sampai 21.

Pada masa perkembangan ini, individu mengalami perubahan dan perkembangan yang sangat cepat baik dalam segi fisik, psikis dan sosial. Oleh sebab itu pendidikan sangat diperlukan apalagi pada usia remaja, sehingga diharapkan para remaja dapat berkembang dengan baik. Pendidikan dibagi menjadi dua yaitu pendidikan formal dan non formal. Disini saya mau sedikit membahas tentang pendidikan formal yang sering menjadi momok oleh para pelajar. Sering kita ketahui banyak para pelajar yang mengeluhkan tentang sulitnya menerima pelajaran khususnya pelajaran sains, maka munculah suatu pernyataan mengapa hal tersebut dapat terjadi, apakah karena para pelajar kurang menyenangi pelajaran tersebut atau apakah pengajar dibidang tersebut kurang bisa memahamkan kepada para pelajar.

Saya teringat saat saya masih kuliah (tehnik elektro),dulu saya sering mendapat keluhan dari temen-temen saya tentang sulitnya memahami pelajaran persamaan deferansial. Mereka sering ketempat saya untuk belajar bersama kata mereka kalau diajar dosen tidak pernah paham lebih enak belajar disini “gampang nyantole” ( mudah paham) kata mereka. Suatu saat saya pernah bertanya pada mereka saat mereka belajar bersama di kost saya, “kenapa kita perlu belajar persamaan deferansial, berguna untuk apa hal itu apakah dengan bisa menguasai itu kita dapat menghasilkan uang dengannya.?” kebanyakan dari mereka mengatakan hal yang sama,” ya tidak tau toh kalau kita lulus tidak bisa kita gunakan untuk cari uang,?” nah disini saya menangkap suatu yang membuat mereka kesulitan untuk memahami pelajaran tersebut, Yaitu kurang pahamnya filosofi mengapa kita harus mempelajari hal tersebut ,kalau kita telaah lebih lanjut bahwa persamaan deferansial dapat kita aplikasikan pada kehidupan misalanya kalau kita bekerja di perusahaan pembuat bola lampu, nah disitulah persamaan itu bisa digunakan untuk melihat efektif atau tidaknya bola lampu tersebut, sekarang apakah belajar pesamaan deferansial bisa menghasilkan uang?…….

Penulis :
Adi P
( Manajer Teknik Sukun Grup )

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: