Arsip

Archive for Februari, 2010

PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM

Februari 15, 2010 Tinggalkan komentar


Ekonomi Islam baik di Dunia maupun di Indonesia yang merupakan negara berpenduduk muslim terbanyak di Dunia mempunyai prospek perkembangan yang pesat mengingat Indonesia merupakan negara yang bermasyarakatreligius/agamis dan ber-pancasila.

Selama ini dalam masyarakat yang religious telah diterapkan sisitim ekonomi campuran yang didominasi oleh sistim Kapitalisme-materialistis yang sekuler sehingga sering timbul gejolak baik di bidang sosial-politik dalam menegakkan negara kesatu Republik Indonesia hingga sekarang. Hal ini diakibatkan karena teklah terjadi brain washing/pecucian otak mulai dari anak-anak sampai dewasa tanpa memandan warna kulit, jenis suku, agam serta tingkat pendidikanya

Hal ini dapat dilihat dalam berbagai hal yang mendasar sebagai berikut :

  1. Paradigma dasar dalam ekonomi yang kita ikuti selama ini adalah : sekuler, bebas nlai, materialistis, Sosial-Darwinis. Sedangkan paradigma dasar dalam ekonomi islam lebih memberikan tekanan pada nilai moral, kebersamaan dalam berperikemanusiaan serta keadilan dalam kesejahteraan sosial dan ekonomi.
  2. Dalam hal alokasi sumber daya alam untuk memenuhi kebutuhan manusia telah terbentuk stigma pemikiran bahwa kebutuhan manusia serba tidak terbatas disatu puhak sedangkan dilain pihak trdaptnya keterbatasan sumber daya alam ataupun alat pemenuhan kebutuhan mausia sehingga menimbulkan persaingan yang saling mematikan antar pelaku ekonomi.

Islam menajarkan bahwa sebenarnya kebutuhan manusia secara rill baik untuk kebutuhan hidup primer, sekunder maupun tersier adalah terbatas.sedangkan lat pemenuhan kebutuhan ,manusi dengan memanfaatkan ilmu pengetahaun dan tekhnologi menjadi tidak terbatas sehingga akan menimbulkan kemitraan diantara para pelaku ekonomi.

Yang serba tidak terbatas pada diri manusia adalah keinginan nafsunya namun kemampuan daya beli riilnya tetpa terbatas. Dalam sistim ekonomi islam yang holistik maka tugas/fungsi sistim ekonomi Islam adalah untuk memerangi : Kebodohan, kemiskinan, kesakitan dan kebhatilan.

  1. a. Memerangi kebodohan

Pengertian bodoh selama ini telah disamakan dengan seseorang yang tidak pandai baca, tulis serta berhitung, Islam mengajarkan bahwa orang yang bodoh yaitu orang yang tidak berakal. Orang yang tidak berakal adalah orang yang tidak memfunsikan akalnya secara baik, yaitu orang-orang yang menyembah berbakti, takut, bekerja serta beribadah selain kepada Allah.

Dengan demikian seseorang yang telah memperoleh gelar Profesor, Doktor diberbagai keilmuan namun jika dia menyembah dan takut pada berhala yang dibuat oleh manusia sendiri ataupun memuja kayu , batu, atupun hewan lain derajatnya lebih rendah dari manusia itulah sebodoh-bodohnya insan baik di dunia maupun diakhirat nanti.

Jadi seseorang yag tiodak bisa baca tulis dan berhitung damun insan tersebut beribadah dan beramal mengikuti sunatullah insan ini dapat dikategorikan orang yang pandai dunia dan akhiratnya, terlebih-lebih kalau insan tersebut pandai baca tulis dan berhitung.

  1. b. Memerangi Kemiskinan

Selamaini pengertian orang kaya adalah orang yang banyak mempuyai harta benda berupa uang, kendaraan, tanah, saham dan lain sebagainya. Sedangkan sebaliknya jika kita tidak mempunyai berbagai hal tersebut dikategorikan sebagai orang miskin.

Islam mengajarkan orang kaya yang sebenarnya adalah bila sebagian rizqi yang diperolehnyas dan sekaligus merupakan titipan allah tersebut telah diberiakan pasda 8 (delapan) asnab yang memerlukan yaitu :fakir, miskin, orang kehabisan bekaldi perjalanan, orang terlilit hutang, mualaf, budak/hamba sahya, Fisabilillah dan amil zakat bila memerlukan

  1. c. Memerangi Kesakitan

Banyak orang sakit yang dirawat dirumah sakit maupun dirumah dimana pada dasarnya Allah menurunkan peyakit dan Allah pula yang menyediakan obatnya, tinggal manusia sendiri daptkah berikhtiar untuk sembuh bagi dirinya sendir maupun keluarganya yang sakit. Namun orang sebenar-benarny sakit dan sulit mengobatinya adala orang-orang yang telah tertutup/terkunci mata, telinga, hati dan kalbunya seperti yang tersurat dalam surat Al-Baqarah ayat 7

  1. d. Memerangi Kebathilan

Islam telah menunuukanjalan yang lurus dan benar namun manusia banyak yang terperangkap dalam hal kebathilan guna memenuhi kebutuhan kesehariannya karena teh teracuni pola hidup sukulerisme yang sangat mendambakan tuntunan nafsu dengan memiliki harta benda sebanyak mungkin ataupun untuk mencari kedudukan setinggi mungkin dengan menghalalkan segala cara.

Hal ini harus di jauhi oleh semua manusia termasuk insan akademis pad umumnya serta para peserta kuliah gabungan khusunya. Dalam hali ini manusia harus pandai-pandai mengelola otak/fikiran dan akhirnya otak manusi tersebut harus dapat mengelola nafsu sebgai yang teklah digariskan oleh kalbu/hati manusia itu sendiri.

Dalam meaksanakan tugas kita sebgai manusia perlu kesabaran dan ketawakalan karena hidup ini pada dasarnya adalah hanya sekedar mampir mium di dunia yang penuh dengan ujian dan cobaan dari Allah dan jika kita dapat melaluinya dengan ikhlas Insya Allah kita akan selamat didunia dan diAkhirat nanti.

Muhammad Ali Alkhuli dalam “the light of Islam” mengemukakan :

Islam is comprehansive religion in the sense that it deals with a the major aspect of human life : mind, body, soul, economy, familly, politic, ethics, penal law, worship, inheritanc, food, drink, marriade, divorce and all the other major aspect of human life. The reason behind the coprehensive veness of islam ia that since Islam is the last religion it must solve the main problems of man. If man is lefth withoth Allah guidance, the result is chaos ; man do not agree on what is good and what is bad : what is good in a country may be but in another how can the world be brought in so unity or sekurity if people do not agree to the right and the wrong ? this is why Islam is made to be coperehensive. The comperehensiveness of Islam aims at helping man solve his own problems. It also aims at unifying the ethical values of human in all place. It laso aims at unifying all people and all races trough unifying their ethical frame of reference.

However, it is important to add that not all the acts performed by some muslims are islamic, because its a fact that muslim very in the degree of abiding by Islam. In other word not all that muslims do can be related to islam.

Dengan demikian Islam merupakan suatu agama yang lengkap/ komplit yang berhubungan dan menjelaskan tentang berbagai aspek pook kehidupan yang meliputi masalah : ekonomi, politik, hukum, keluarga, tubuh, akal/fikiran, kalbu, makanan, minuman, kawin, cerai, filsafat. Sejarah contoh-contoh kehidupan masa lalu da yang akan datang, yang akan sangat berguna bagi tuntunan umat mausia di bumi ini untuk mencapai kedamaian dan keselamatan yang sejati. Islam merupakan agama penutup yang telah disempurnakan oleh Allah.

Islam dapat memberi petunjuk untuk mencari jalan keluar dari semua permasalahan. Kalau seseorang telah meninggalkan petunjuk allah hasilnya adalah kekacauan. Manusia menjadi tidak dapt membedakan hal yang buruk dan yang baik, yag salah dan yang benar.tanpa tuntunan Allah maka sesuatu yang baik dan benar menurut seseorang belum tentu hal tersebut sama persepsinya bagi orang lain. Sesuatu yang baik dan benar untuk suatu negara dinalai jelek dan salah oleh negara lain bila hal ini terjadi maka kekacauan dan peperanganlah yang akan timbul . dewasa ini telah terjadi peperangan baik dieropa timur maupun timur tengah karena hal tersebut.

Sebaliknya bila manusia sebagai individu, keluarga, kelompok masyarakat ataupun bangsa. Makin dekat dengan ajaran agama (islam) maka akan sedikitlah permasalahan ataupun benncana yang akan dihadapi, sebab bila manusia mendekat sedepa dengan Allah, maka Allah akan mendekat sehasta pada manusia. Jika manusia mendekat sehasta kepada Allah, maka Allah akan merapat dan memeluk manusia itu. Bila manusia dapat berhasil merapat dan memeluk Allah ibaratnya, maka Allah akan masuk ke nadi, otak, hatu ataupun kalbu manusia itu. Alangkah hebatnya ajaran islam itu.

Allah berfirman

“Dan carilah pada apa yang dianugrahkan Allah kepadamu berupa kebahagiaan negeri akhirat, tetapi janganlah kamu melupakan kebahagiaanmu dari kenikmatan duniawai, dan berbuatlah baiklah kepada orang lain sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan dimuka bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan”.

Dan Rosulullah bersabda :

“Berusahalah untuk urusan duniawimu seolah-olah kamu akan hidup selama-lamanya, dan berusahalah untuk urusan akhiratmu seolah-olah kamu akan mati esok pagi” (hadist).

Dari firman Allah dan sabda Rosul tersebut diatas maka cita-cita umat manusia, khususnya bagi umat Muhammad yang hadir pada wisuda ini secara keseluruhan hendaknya jangan terbatas pada untuk meraih kebahagiaan di Dunia saja, tetapi juga hendaknya untuk meraih kebahagiaan di akhirat.

Dapatkah cita-cita yang saudara angan-angankan di benak saudara tersebut bila dunia Telah tercapai nanti, untuk mengantisifikasi/ meraih sekaligus cita-cita kebahagiaan di Akhirat nanti ? Wallohualam. Untuk itu para hadirin sekalian marilah kita sama-sama kembali ke agama Islam yang mengarah ke segala keseimbangan dan menuju ke kehidupan yang kekal dan abadi setelah melewati kehidupan yang singkat di alam Dunia yang fana ini.

Selanjutnya Muhammad Ali Alkhuli mengatakan :

“If we examine all the orders and laws of Islam we find that every single law or order aims at and ends with the happiness of  the individual. This applies to Islamic regulation with regard to worship, economics, penal laws, and all life expects “.

  • Bila seseorang percaya pada Allah, kepercayaan tersebut secara psikologis akan melahirkan suatu perasaan keamanan yang cukup kuat bagi orang yang besangkutan. Orang tersebut akan lebih percaya diri dan mempunyai kewibawaan yang hebat pada saat-saat kritis serta tidak mudah putus asa maupun frustasi, karena orang yang demikian ini selalu percaya bahwa Allah akan selalu disampingnya untuk selalu menjaga dan menolonngnya.
  • Seseorang yang percaya kepada Allah, secara etik akan lebih bertanggung jawab diamana saja dia berada dan dalam waktu kapan saja, karena seseorang tersebut merasa selalu diawasi langsung tingkah lakunya oleh Sang Pencipta/Al-Khaliq.
  • Percaya terhadap hari kehidupan setelah mati (hari akhir), akan membuat sesorangmuslim tidak sombong, takabur, rakus/tamak waktu masih hidup di dunia.
  • Seseorang muslim yang percaya adanya hari pembalasan/pengadilan di akhirat nanti, manusia akan selalu berusaha beribadah, beramal dan bertaqwa untuk memperoleh ridho Allah SWT. orang tersebut akan selalu instropeksi pada diri sendiri, agar nantinya dapat memproleh karcis ke surga yang penuh dengan bidadari-bidadari serta penuh dengan segala kebahagiaan yang kekal dan abadi.
  • Seorang muslim yang mengerjakan sholat limawaktu tiap hari dan ditambah sholat sunnah akan lebih memper erat hubungan antara manusia tersebut dengan Allah. Sebaliknya jika makin kurang dikerjakan Sholat tersebut, berarti akan absent/renggang pula hubungan langsung antara manusia dengan Khaliqnya tersebut.
  • Manusia muslim yang mengerjakan puasa sebulan tiap tahun akan melatih manusia tersebut menjadi manusia yang dapat mengendalikan diri sendiri dari segala nafsu sehari-harinya. Lagi pula manusia tersebut akan dapat merasakan bagaimana saudaranya yang miskin kelaparan tiap hari, sehingga akan membentuk pribadi yang lebih sabar dan dermawan.
  • Islam mengajarkan zakat, infaq dan sodaqoh untuk pemerataan distribusi pendapatan sehingga tidak akan terdapat lagi jurang pemisah yang dalam lagi antara si kaya dan si miskin

Al-Hajiyat harus bersifat Raf’ul masyaqqah ataupun Adamul haraj deregulasi terhadap peraturan yangmerugikan.

7. Nilai-nilai bebas memilih dari masyarakat terhadap alternatif yang paling menguntungkan dan santun, beradab serta bermoral tinggi (Al-Taksiniyyat).

Oleh : Prof. Dr. H. Suroso Imam Zadjuli, SE

Kategori:ilmu pengetahuan

Cintailah Ilmu Pengetahuan 1

Februari 15, 2010 Tinggalkan komentar

Pendidikan, bahasan yang sangat klompleks apalagi kalau kita bicara pada tingkat SMP dan SMA, ada banyak aspek yang mempengaruhinya, karena disana merupakan masa-masa penuh perubahan,pencarian jati diri, banyak masalah dan sebagainya. Menurut Hurlock, 1993,h.204-206, remaja adalah masa dimana individu menjadi matang secara seksual sampai usia kematangan resmi, yaitu usia 12 sampai 21.

Pada masa perkembangan ini, individu mengalami perubahan dan perkembangan yang sangat cepat baik dalam segi fisik, psikis dan sosial. Oleh sebab itu pendidikan sangat diperlukan apalagi pada usia remaja, sehingga diharapkan para remaja dapat berkembang dengan baik. Pendidikan dibagi menjadi dua yaitu pendidikan formal dan non formal. Disini saya mau sedikit membahas tentang pendidikan formal yang sering menjadi momok oleh para pelajar. Sering kita ketahui banyak para pelajar yang mengeluhkan tentang sulitnya menerima pelajaran khususnya pelajaran sains, maka munculah suatu pernyataan mengapa hal tersebut dapat terjadi, apakah karena para pelajar kurang menyenangi pelajaran tersebut atau apakah pengajar dibidang tersebut kurang bisa memahamkan kepada para pelajar.

Saya teringat saat saya masih kuliah (tehnik elektro),dulu saya sering mendapat keluhan dari temen-temen saya tentang sulitnya memahami pelajaran persamaan deferansial. Mereka sering ketempat saya untuk belajar bersama kata mereka kalau diajar dosen tidak pernah paham lebih enak belajar disini “gampang nyantole” ( mudah paham) kata mereka. Suatu saat saya pernah bertanya pada mereka saat mereka belajar bersama di kost saya, “kenapa kita perlu belajar persamaan deferansial, berguna untuk apa hal itu apakah dengan bisa menguasai itu kita dapat menghasilkan uang dengannya.?” kebanyakan dari mereka mengatakan hal yang sama,” ya tidak tau toh kalau kita lulus tidak bisa kita gunakan untuk cari uang,?” nah disini saya menangkap suatu yang membuat mereka kesulitan untuk memahami pelajaran tersebut, Yaitu kurang pahamnya filosofi mengapa kita harus mempelajari hal tersebut ,kalau kita telaah lebih lanjut bahwa persamaan deferansial dapat kita aplikasikan pada kehidupan misalanya kalau kita bekerja di perusahaan pembuat bola lampu, nah disitulah persamaan itu bisa digunakan untuk melihat efektif atau tidaknya bola lampu tersebut, sekarang apakah belajar pesamaan deferansial bisa menghasilkan uang?…….

Penulis :
Adi P
( Manajer Teknik Sukun Grup )

MATEMATIKA vs KEHIDUPAN MANUSIA

Februari 3, 2010 1 komentar


Oleh Drs. Djoko Iswadji

(Dosen Pendidikan Matematika Universitas Ahmad Dahlan)

Matematika vs Kehidupan manusia?  Aneh kedengarannya, tapi memang itulah adanya.  Memang pada kenyataannya matematika berhubungan sangat erat dalam kehidupan kita.  Bahkan kalau kita perhatikan, tiap kejadian dalam kehidupan kita ada hubungannya dengan matematika.  Bahkan sikap dan sifat kita pun sangat dipengaruhi oleh matematika.  Ga percaya?  Yuk kita baca artikel dibawah ini.

Berkepribadian matematika

Kepribadian adalah konsep yang dinamis, yang menggambarkan kondisi keseluruhan sistem kejiwaan (psikologis) seseorang, yaitu antara hati, pikiran, ucapan dan tindakan (Arnold, 1988).  Dengan demikian maka kepribadian matematika seseorang adalah hasil tempaan dari pemahaman dan pengalamannya tentang matematika.

Banyak pandangan tentang matematika, beberapa mengemukakan tentang ciri objeknya dan ada juga yang memandangnya dari pengaruhnya terhadap pola pikir dan pola tindak seseorang.  Bahwa pengalaman tentang matematika dapat membangun pola sikap yang positif, antara lain sikap rasional, sistematis dalam bertindak, kreatif, disiplin, hati-hati dan sikap lain yang pasitif dalam berfikir, berbicara dan bertindak.  Kalimat itu dapat dipahami karena matematika berkenaan dengan ide-ide abstrak yang tersusun secara hirarkis penalaran segi dedukatif. Dengan demikian, dari mereka yang mempelajari matematika dengan sungguh-sungguh dan penuh pemahaman diharapkan memiliki sifat-sifat positif, antara lain:

1.      Sederhana

Sifat ini dapat terbangun dari konsensus dalam matematika bahwa setiap persyaratan baik dalam penyusunan definisi, teorema,  maupun penyelesaian akhir harus disajikan dalam bentuk yang paling sederhana.

2.      Rasional

setiap langkah dalam penyelesaian secara deduktif harus selalu didasarkan atas alasan yang jelas dan dapat dibuktikan kebenarannya.

3.      Sistematis

Dalam setiap langkah kegiatannya selalu dimulai dengan suatu perencanaan yang disusun dalam urutan yang logis dalam pelaksanannya.

4.      Kreatif

Dalam pemecahan banyak masalah matematika dituntut kemampuan melakukan rekayasa, manipulasi, bentuk-bentuk aljabar ataupun geometri untuk dapat mudah menemukan jawabnya.

5.      Cermat dan hati-hati

Dalam penyusunan definisi harus dipilih kata-kata tertentu dalam susunan yang khusus, sehingga tidak mendua arti. Demikian juga dalam perhitungan, tanpa kehati-hatian dan kecermatan, sekalipun menggunakan perlengkapan canggih, harus di utamakan agar diperoleh hasil yang optimal.

Masih banyak lagi sikap-sikap positif yang menjdi ciri seseorang yang berkepribadian matematika antara lain disiplin, efisien dan sikap lain yang bermanfaat dalam pemecahan masalah.

Tentu saja sifat dan sikap diatas hanya mungkin dimiliki jika seseorang benar-benar hatinya menyadari akan manfaat matematika. Pikirannya senantiasa berusaha meningkatkan penguasaan matematika, ucapannya selalu mengikuti kebiasaan dalam berkalimat dalam matematika dan tindakannya mengikuti prosedur yang selalu dikembangkan dalam pemecahan masalah matematika, yaitu yang tidak semata-mata mengutamakan hasilnya, tetapi lebih mengutamakan bagaimana menempuh langkah yang benar untuk memperoleh hasilnya.

Dengan demikian, muncul satu pertanyaan,“Sudahkah masing-masing kita berkepribadian matematika?”

Aplikasi matematika dalam kehidupan sehari-hari sehingga matematika tidak hanya bersifat tekstual

Telah banyak pembicaraan tentang berbagai upaya untuk meningkatkan prestasi belajar matematika siswa disekolah. Diantara langkah-langkah itu adalah berupaya agar pelajaran matematika menjadi lebih bermakna sehingga dapat meningkatkan minat siswa terhadap matematika, yang pada gilirannya akan meningkatkan prestasi belajar matematikanya.

Sebagai salah satu ilmu dasar haruslah matematika dapat dikaitkan dan membantu ilmu lainnya. Disamping itu matematika juga dapat mendukung pengembangan teknologi (ketrampilan) yang diciptakan manusia untuk memecahkan masalah-masalah dalam perkembangan kebutuhan manusia.

Jika selama ini pembelajaran matematika di rasakan selalu tekstual, dapat diartikan bahwa matematika yang diajarkan tidak pernah dikaitkan dengan peristiwa nyata atau dikaitkan dengan cabang ilmu yang lain .

Salah satu pemecahannya adalah dengan mengkaitkan setiap topik dalam matematika dengan sebanyak mungkin peristiwa nyata dalam kehidupan sehari-hari. Sebaliknya dengan menetapkan suatu objek berupa benda atau peristiwa (kejadian tertentu) diusahakan menemukan sebanyak mungkin topik, konsep atau prnsip-prinsip dalam matematika yang terkait dengan benda atau peristiwa itu.

Kita ambil sebagai acuan tentang salah satu pengertian matematika yaitu pengetahuan yang berkenaan dengan studi tentang bilangan, ruang dan bentuk.

Dalam kaitannya dengan pengertian diatas dapatlah disimpulkan bahwa matematika akan menjawab pertanyaan-pertanyaan: berapa, bagaimana letaknya, dan bagaimana wujud atau bentuknya.

Bilangan akan menjawab pertanyaan “berapa”.

Kemampuan keruangan menjawab pertanyaan tentang “bagaiman letaknya”.

Pengetahuan tentang bangun menjawab pertanyaan “bagaimana bentuknya”.

Sebagai contoh:

1.      Dalam pembelajaran matematika tentang simetri lipat atau simetri cermin, guru pada akhir pembelejarannyadapat menugaskan siswanya untuk mencari sebanyak-banyaknya benda baik berupa benda alam maupun benda buatan manusia yang memiliki sifat simetri cermin.

2.      Ambilah sebuah benda, misalnya tubuh kita sendiri sebagai sasaran perhatian. Guru dapat menugaskan siswa untuk menyebutkan sebanyak mungkin konsep matematika yang dapat dikaitkan dengan bagian-bagian tubuh kita.

Jika siswa menyebutkan “bilangan”, akan dikaitkan dengan banyaknya kepala manusia, banyaknya bola mata, banyaknya jari tangan dan kaki, dan sebagainya.

Jika siswa menyebutkan tentang “ ruang “ maka akan dikaitkan dengan latak dua telinga, letak kedua lubang hidung, letak ruas-ruas selang jari tangan dan sebagainya.

Jika siswa menyebutkian tentang “bentuk” maka dapat dikaitkan dengan bentuk kepala, bentuk telinga, bentuk leher, dan sebagainya.

Tentu saja jawaban yang diharapkan dari siswa disesuaikan dengan jenjang sekolahnya. Makin tinggi tingkatannya makin banyak dan beragam jawabannya. Dengan demikian, tugas yang demikian dapat diberikan seawal mungkin sejak ditingkat akhir Sekolah Dasar.

Dengan langkah demikian maka siswa dikondisikan untuk senantiasa melihat keterkaitan matematika dengan pengetahuan lain, khususnya kaitannya dengan ilmu pengetahuan alam (IPA).

Pembelajaran matematika yang senantiasa mengkaitkan setiap topik dengan pemanfaatannya atau penerapannya dalam teknologi juga akan menghindari pembelajaran matematika yang tekstual.

Tentu saja pemahaman akan kemanfaatan atau peranan suatu topik matematika akan menjadi lebih dapat dipahami dengan bantuan media khususnya alat peraga yang tepat.

Dalam kaitan inilah maka implikasinya pengembangan media atau alat peraga pada pembelajaran matematika harus sekurang-kurangnya  dapat berperan untuk :

  1. membentu penanaman konsep
  2. membantu pemahaman teorema
  3. membantu menunjukkan kegunaan, kemanfaatan atau peranannya dalam pengembangan teknologi.
  4. membantu menunjukkan keterkaitannya dengan peristiwa atau benda alam ciptaan tuhan, Allah SWT.

Adalah tugas dan kewajiban kita semua untuk senantiasa melakukan upaya agar pembelajaran matematika dapat dirasakan bermakna bagi siswa.

Kategori:Remaja

Hitung Perkalian Cepat: Beda Tapi Sama

Februari 2, 2010 Tinggalkan komentar

Mari berlatih hitung perkalian yuk…
Bila kita bermain dengan teknik bintang dari Paman APIQ maka akan tampak jelas “beda tapi sama”.

1.
42
12
—x

2.
24
21
—x

3.
39
31
—x

4.
93
13
—x

5.
26
31
—x

6.
62
13
—x

Selamat berlatih…
Bagaimana menurut Anda?

sumber : APIQ

Kategori:Remaja

Metode Belajar Matematika: Cara Menguasai Rumus Cepat Matematika

Februari 2, 2010 Tinggalkan komentar

Bagaimana cara belajar matematika yang benar?”
“Belajar matematika adalah belajar hidup. Matematika adalah jalan hidup.”

Trachtenberg mempertaruhkan jiwanya menentang Hitler. Trachtenberg, setelah menyelami prinsip-prinsip matematika, menyimpulkan bahwa prinsip kehidupan adalah keharmonisan. Peperangan yang terus berkobar, menyulut kebencian tidak sesuai dengan prinsip-prinsip matematika. Matematika adalah keindahan.

Atas penentangannya ini, Hitler menghadiahi Trachtenberg hukuman penjara. Bagi Trachtenberg, perjara bukan apa-apa. Di dalam penjara, dia justru memiliki kesempatan memikirkan matematika tanpa banyak gangguan. Karena sulit mendapatkan alat tulis-menulis, Trachtenberg mengembangkan pendekatan matematika yang berbasis mental-imajinasi.

Seribu tahun sebelum itu, AlKhawaritzmi mengembangkan disiplin matematika baru: aljabar. AlKharitzmi beruntung hidup dalam lingkungan agama Islam yang kuat. Ajaran Islam, secara inheren, menuntut keterampilan matematika tingkat tinggi. Misalnya, Islam menetapkan aturan pembagian waris yang detil. Pembagian waris sistem Islam melibatkan banyak variabel matematis. Variabel-variabel yang beragam ini menantang penganut Islam – termasuk AlKhawaritzmi – untuk mencari pemecahan yang elegan.

Pemecahan terhadap sistem persamaan yang melibatkan banyak variabel ini membawa ke arah disiplin baru matematika: aljabar. AlKhawaritzmi menulis buku khusus tentang aljabar yang sangat fenomenal. Buku yang berjudul Aljabar ini menjadi panutan bagi matematikawan seluruh dunia. Sehingga nama AlKhawaritzmi menjadi dikenal sebagai Aljabar AlKhawaritzmi (Algebra Algorithm).

Sistem kalender Islam yang berbasis pada komariah (bulan, lunar) memberikan tantangan tersendiri. Penetapan awal bulan menjadi krusial di dalam Islam. Berbeda dengan kalender syamsiah (matahari, solar). Dalam kalender syamsiah, kita tidak begitu sensitif apa berbedaan tanggal 1 Juni dengan 2 Juni. Tetapi pada sistem komariah, perbedaan 1 Ramadhan denga 2 Ramadhan berdampak besar.

Itulah sebabnya, astronomi Islam dapat maju lebih awal. Astronomi memicu lebih berkembangnya teori trigonometri. Aturan sinus, cosinus, dan kawan-kawan berkembang pesat di tangan para astronom Islam waktu itu.

Ajaran agama Islam adalah jalan hidup. Untuk bisa melaksanakan ajaran Islam diperlukan matematika. Matematika menjadi jalan hidup.

Sehebat itukah peran matematika?
Haruskah kita mengambil matematika sebagai jalan hidup?

Tidak selalu! Tidak semua orang perlu mengambil matematika sebagai jalan hidup. Tidak harus semua orang meniru AlKhawaritzmi dan Trachtenberg.

Beberapa orang belajar matematika hanya untuk kesenangan. Beberapa orang yang lain belajar karena kewajiban. Ada pula yang belajar matematika agar naik jabatan. Ada juga agar lulus UN, SPMB, UMPTN. Ada juga untuk menjadi juara.

Masing-masing tujuan, berimplikasi kepada cara belajar matematika yang berbeda. Misalnya bila Anda belajar matematika untuk kepentingan lulus UN, SPMB, UMPTN 2008 akan berbeda dengan belajar untuk memenangkan olimpiade matematika.

Matematika UN, SPMB, UMPTN 2008 hanya menerapkan soal pilihan ganda. Implikasinya Anda hanya dinilai dari jawaban akhir Anda. Proses Anda menemukan jawaban itu tidak penting. Jadi Anda harus memilih siasat yang cepat dan tepat.

Gunakan berbagai macam rumus cepat dalam matematika. Rumus cepat ampuh Anda gunakan untuk UN, SPMB, UMPTN. Tetapi rumus cepat matematika tidak akan berguna untuk olimpiade atau kuliah kalkulus kelak di perguruan tinggi. Anda harus sadar itu.

Contoh rumus cepat matematika yang sering (hampir selalu) berguna ketika UN, SPMB, UMPTN adalah rumus tentang deret aritmetika.

Contoh soal:
Jumlah n suku pertama dari suatu deret adalah Sn = 3n^2 + n. Maka suku ke-11 dari deret tersebut adalah…

Tentu ada banyak cara untuk menyelesaikan soal ini.

Cara pertama, tentukan dulu rumus Un kemudian hitung U11. Cara ini cukup panjang. Tetapi bagus Anda coba untuk meningkatkan keterampilan dan pemahaman konsep deret. Rumus Un dapat kita peroleh dari selisih Sn – S(n-1) .

Cara kedua, sedikit lebih cerdik dari cara pertama. Kita tidak perlu menentukan rumus Un. Karena kita memang tidak ditanya rumus tersebut. Kita langsung menghitung U11 dengan cara menghitung selisih
S11 – S10 = U11
[3(11^2) + 11] – [3(10^2) + 10]
= 3.121 – 3.100 + 11 – 10
= 3.21 + 1
= 64

Cara ketiga, adalah rumus matematika paling cepat dari kedua rumus di atas. Tetapi sebelum menerapkan cara ketiga, kita harus memahami konsepnya terlebih dahulu dengan baik.

Are you ready?
Bentuk baku dari n suku pertama deret aritmetika adalah
Sn = (b/2)n^2 + k.n
Un = b(n-1) + a
a = S1 = U1

Anda harus pahami konsep di atas dengan baik. Cobalah untuk beberapa soal yang berbeda-beda. Tanpa pemahaman konsep yang baik, rumus cepat ini akan berubah menjadi rumus berat.

Dengan hanya melihat soal (tanpa menghitung di kertas) bahwa
Sn = 3n^2 + n

Kita peroleh
b = 6 (dari 3 x 2)
a = 4 (dari S1 = 3 + 1)

U11 = 6.10 + 4 = 64 (Selesai)

Semua perhitungan di atas dapat kita lakukan tanpa menggunakan alat tulis. Semua kita lakukan hanya dalam imajinasi kita. Ulangi beberapa kali. Anda pasti akan menguasainya dengan baik.

Trik untuk menguasai rumus cepat matematika adalah kuasai pula rumus standarnya – rumus biasanya. Dengan menguasai dua cara ini Anda akan semakin terampil menggunakan rumus cepat matematika.

Bagaimana pendapat Anda?

Salam hangat….Selamat berjuang Kawan!

(agus Nggermanto; pendiri APIQ)
*ingin lebih kreatif? silakan kunjungi tulisan saya yang lain.
APIQ: Inovasi Pembelajaran Matematika. APIQ membuka program kursus matematika kreatif yang mengembangkan kecerdasan anak dengan cara fun, gembira, dan mengasyikkan serta lebih cepat. APIQ menumbuhkan motivasi belajar anak dengan pendekatan Quantum Learning, Quantum Quotient, dan Experiential Learning. Berbeda dengan pendekatan metode pendidikan atau pembelajaran matematika yang pada umumnya menempatkan aljabar sebagai fundamental, APIQ justru menempatkan aritmetika sebagai fundamental utama matematika. Pendekatan aritmetika menjadikan matematika lebih konkret tidak abstrak seperti aljabar. APIQ mempelajari matematika secara utuh dari aritmetika, aljabar, geometri, statistik, kalkulus, dan lain-lain. APIQ menyiapkan program untuk anak usia 4 tahun (TK), SD, SMP, SMA, sampai lulus SMA (preuniversity). APIQ membuka peluang bagi Anda yang berminat membuka cabang franchise. Anda dapat menghubungi APIQ di apiq.wordpress.com atau (022) 2008621 atau 0818 22 0898 atau quantumyes@yahoo.com . APIQ berasal dari kata Aritmetika Plus Inteligensi Quantum.

sumber : http://apiqquantum.wordpress.com/2008/03/14/metode-belajar-matematika-cara-menguasai-rumus-cepat-matematika/

Kategori:Remaja

Ini Dia Rahasia Pintar Matematika

Februari 2, 2010 Tinggalkan komentar

Bagaimana agar pintar dalam pelajaran matematika? Sebuah penelitian mendapati mental aritmetika menjadi lebih mudah diterima oleh orang jika makan, makanan tertentu dalam jumlah besar.

Penelitian mendapati senyawa yang terdapat di coklat dan disebut flavanols sangat membantu dalam melakukan tugas perhitungan matematika. Zat itu juga bisa mengurangi perasaan lelah, serta kekeringaan mental. Demikian penelitian yang dipresentasikan pada pertemuan tahunan Psychological Society Inggris.

Prof David Kennedy dari Northumbria University yang merupakan penulis kedua laporan itu mengatakan, coklat sangat membantu tugas yang berhubungan dengan mental.

Penemuan itu menunjukkan pelajar yang makan coklat, saat menghadapi ujian bisa mendapat nilai tinggi.

Flavanols merupakan bagian senyawa kimia yang disebut polyphenols dan bekerja meningkatkan aliran darah ke otak.

Penelitian itu dilakukan pada 30 sukarelawan yang harus mengerjakan tugas menghitung mundur 3 angka antara 800 hingga 999 yang dihasilkan oleh komputer.

Penemuan itu menunjukkan relawan bisa menghitung lebih cepat dan lebih tepat setelah minum coklat.

Namun hasilnya berbeda saat mengerjakan tugas hitung mundur 7 angka karena lebih rumit dan membutuhkan bagian otak yang berbeda.

Penelitian itu juga mendapati rasa lelah melakukan perhitungan lebih kecil saat diberi minuman coklat, meskipun melakukan secara berulang kali selama berjam-jam.[ito

sumber: http://www.inilah.com/

Kategori:Remaja

Berfikir Besar

Februari 2, 2010 Tinggalkan komentar

Written by Dony

Apa yang membedakan orang sukses dengan orang biasa saja adalah cara berpikirnya. Lingkungan dan keluarga kita yang membatasi kita untuk berpikir biasa. Seperti kata orang tua : “Aduh nak, tidak usah muluk-muluk, lulus SMA aja sudah lumayan, tidak usah mengharap untuk kuliah, masih bisa makan saja sudah syukur. “

Karena sejak kecil kita sudah dibilang seperti itu kita jadi takut untuk mencapai sesuatu yang lebih besar. Kita selalu beranggapan bahwa kita memang orang biasa, miskin tidak punya apa-apa padahal kalau mau berusaha keinginan itu bisa dicapai

Tidak mudah untuk membiasakan berpikir besar selalu ada bisikan dari dalam hati kita :”Ah, kamu jangan berpikir seperti itu keinginan itu sulit dicapai, lihat saja berapa banyak orang yang sudah gagal menjalankan bisnis itu.” Tergantung kita mau menuruti yang mana pikiran yang kecil, takut, ragu-ragu atau pikiran besar, maju, berani menghadapi tantangan.

Jangan takut tidak bisa mencapai keinginan atau cita-cita selama itu masih masuk akal. Selalu ada cara untuk mewujudkannya, entah itu dengan cara apa. atau bantuan dari siapa pasti ada jalannya. Apakah anda puas dengan keadaan sekarang menjadi orang biasa yang tidak berani bermimpi karena takut tidak bisa mencapainya?

Berpikir besar menuntut harga yang mahal, banyak rintangan yang akan dihadapi belum lagi hinaan dari orang -orang yang tidak percaya dengan kemampuan kita. Jangan biarkan orang-orang disekitar anda merusak impian anda, tetap fokuslah pada tujuan. Siapkan mental kita agar terbiasa menghadapi situasi yang sulit dan tidak mudah menyerah.

Anda yang berpikir besar akan mencapai hal-hal yang luar biasa dalam hidup.

Kategori:Motivasi